Ratna Rucitra

F34100031

LASKAR 15

Sebut saja dia bekatul. Dia adalah salah satu sahabat terbaik yang pernah saya miliki. Sahabat yang menyadarkan saya bahwa persahabatan sangatlah penting. Sahabat yang mengajarkan banyak hal dalam hidup ini. Sahabat yang mengajarkan saya untuk lebih mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan.

Saya mengenal bekatul sejak kelas 1 SMA. Bekatul adalah seseorang yang mudah akrab dengan orang lain. Di sekolah bekatul selalu ceria dan jarang sekali menunjukan kesedihannya.

Suatu hari bekatul mengajak saya untuk bermain ke rumahnya. Dengan senang hati saya pun  ikut ke rumah bekatul. Sesampainya disana saya merasa sedih melihat keadaan rumah bekatul. Sebuah kontrakan sederhana yang di huni oleh 6 orang. Disana saya dijamu oleh ibu bekatul yang ramah.beliaupun sedikit bercerita mengenai masa kecil bekatul. Bekatul sendiri memiliki 2 orang adik dan 1 orang kaka. Walaupun saya baru pertama kali berkunjung, kini saya dapat menyimpulkan dari mana bekatul mendapatkan kekuatan untuk tetap tabah menghadapi hidupnya selama ini. Dari keluarganya terutama ibunya.

Entah mengapa hari ini bekatul datang ke sekolah dengan muka muram.Kemudian ia pun bercerita mengenai perlakuan ayahnya yang kasar. Saat itu saya tidak dapat berkomentar apa-apa, saya bingung harus berbuat apa agar bekatul kembali ceria.

Walaupun bekatul banyak masalah ia tetap menunjukan wajah yang ceria dan selalu membantu temannya yang lain. Bekatul juga sangat menyengkan untuk dijadikan tempat curhat. Prestasi bekatul di sekolah juga cukup baik. Bekatul pun aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler terutama pecinta alam. Hal inilah yang membuat saya semakin kagum pada bekatul.

Sekuat-kuatnya seseorang pasti juga pernah rapuh. Hal itu pula yang terjadi pada bekatul. Saat kelas dua saya dan teman-teman saya mendapat kelasyang berbeda-beda. Suatu hari saya mendapat kabar dari seorag teman bahwa bekatul mendapat teguran dari guru, dan hal ini bukanlah pertama kalinya. Saat itu juga saya bertanya pada bekatul, tetapi bekatul tidak berkata apa-apa dan  hanya menangis. Setelah beberapa saat barulah ia bercerita bahwa ia tertidur di kelas karena sangat mengantuk dan sedang menghadapi banyak masalah. Mulai dari masalh keuangan hingga perlakuan kasar ayahnya. Kembali saya tidak dapat berkata-apa-apa.

Untunglah saat kelas 3 bekatul mulai bangkit kembali. Saat ada PMDK IPB saya dan bekatul sepakat untuk ikut serta. Bekatul sangat ingin masuk kehutanan, walaupun sebenarnya ia ingin masuk UGM. Saat pengumuman tiba ternyata bekatul tidak diterima. Walaupun terlihat seraut muka sedih di mukanya namun ia tetap optimis untuk tetap berkuliah tahun ini. Bekatul pun ikut ujian masuk universitas yang lain seperti USM, UMB, dan SNMPTN namun tetap saja hasilnya bekatul belum beruntung. Tetapi ia tetap bersemangat, walaupun tetap saja ada sedikit rasa putus asa yang ia tunjukkan.

Berkat kerja keras dan sikap pantang menyerahnya kini bekatul akhirnya dapat berkuliah di salah satu Universitas Negeri di Semarang.Begitu mengetahui hal ini saya sangat senang sekaligus sedih karena bekatul akan pindah ke Semarang. Saya juga sedih kerena tidak bisa mengantarkan bekatul ke Semarang. Walaupun saat ini bekatul sudah pindah namun kebaikan dan pelajaran yang ia berikan mengenai hidup tidak pernah akan saya lupakan. Semangatnya untuk bersekolah, semangatnya untuk menyenagkan hati orang lain, semangatnya untuk tetap berprestasi ditengah kesulitan yang ia hadapi.

Saat ini saya hanya dapat berkata,”terimakasih bekatul, semoga sukses”.

Ratna Rucitra

F34100031

LASKAR 15

Bingung, itulah hal yang ada dipikiran saya prtama kali saat mengetahui bahwa tugas untuk MPKMB angkatan 47 adalah membuat kisah inspiratif yang berasal dari diri sendiri dan orang lain di luar lingkungan IPB.

Mungkin bagi sebagian orang membuat kisah inspiratif mengenai diri sendiri adalah hal yang mudah, namun tidak demikian dengan saya. Karena hingga saat ini saya belum mengetahui apa yang dapat dijadikan panutan dari diri saya. Belum banyak hal yang dapat saya gali dari potensi yang saya miliki.

Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara yang terlahir dari keluarga sederhana. Tidak banyak hal yang dapat saya ceritakan mengenai keluarga saya, karena saya bukanlah orang yang pandai untuk menceritakan suatu hal. Namun 1 hal yang saya dapat ceritakan dan selalu saya ingat dalam hidup saya bahwa keluarga saya sangat menginginkan saya untuk menjadi orang yang sukses. Walaupun untuk itu semua kedua orang tua saya harus bekerja keras memenuhi kebutuhan hidup saya.

“Jangan banyak menuntut dalam hidup tetapi banyaklah berbuat,” pesan ibu saya. Sebuah kalimat sederhana yag terus saya ingat dan menjadi motivasi bagi diri saya hingga saat ini. Kata-kata yang membuat saya sadar bahwa dalam hidup kita harus berbuat sesuatu yang bermanfaat, karena sebaik-baiknya manusia adalah seseorang yang bermanfat bagi orang lain. Kata-kata yang membuat saya bangkit ketika saya sedang terpuruk.

Saya bukanlah orang yang cerdas akan tetapi saya yakin dengan kegigihan saya dapat menjadi orang yang sukses. Kegigihan pula yang megantarkan saya hingga kini dapat berkuliah di IPB. Karena saya yakin bahwa orang cerdas dapat dilampaui oleh orang yang gigih dan giat belajar.

Saya juga bukan orang yang baik dan sering melakukan banyak kesalahan. Tapi saya bukanlah orang yang gengsi untuk mengakui kesalahan yang saya perbuat. Saya juga tidak ragu untuk meminta maaf terlebih dahulu. Saya pun tidak malu untuk belajar dari kesalahan. Hal ini saya lakukan karena saya yakin belajar dari kesalahan akan membuat saya lebih bijak, lebih dewasa, dan lebih baik.

Karena itu semualah saya berniat untuk belajar banyak di IPB. Bukan hanya belajar untuk menjadi orang yang pintar, tetapi juga untuk menjadi orang yang lebih baik dari hari kehari. Walaupun untuk itu semua saya harus berpisah sementara waktu dari keluarga, sahabat, dan teman-teman saya.

Satu hal yang  saya yakini, bahwa apa yang telah saya pilih maka saya harus jalani sebaik mungkin. Walaupun nantinya hal itu sulit bagi saya. Walaupun saya harus bekerja keras untuk itu semua. Tetapi saya yakin, saya dapat  menjalaninya.

”Jika kamu takut, ragu, atau semua orang membenci kamu, yakinlah masih ada sahabat yang setia mendampingimu. Bila sahabatmu pun ikut menjauhimu yakinlah masih ada keluarga yang akan selalu membantumu. Bila mereka juga tidak ada untukmu, percayalah Allah selalu ada untuk menjagamu dan mendengarkan keluh kesahmu.” Sebuah kata-kata dari guru kesayangan saya yang menjadi salah satu motivasi dalam hidup saya. Sebuah kata yang membuat saya tetap yakin untuk maju dan pantang menyerah.